Beranda News Wapres menegaskan, penyederhanaan birokrasi harus transparan dan adil.

Wapres menegaskan, penyederhanaan birokrasi harus transparan dan adil.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Maaruf Amin meminta seluruh jajaran terkait menyederhanakan birokrasi secara transparan dan adil agar tidak merugikan aparatur sipil negara (ASN).

“Saya ingin mengingatkan bahwa penyederhanaan birokrasi harus dilakukan secara bijaksana, objektif, transparan, adil dan bijaksana,” kata Wakil Presiden Maaruf yang memimpin rapat koordinasi Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional (NBCR) melalui konferensi video dari kediaman resmi Wakil Presiden -Presiden di Jakarta, Kamis.

Prinsip penyederhanaan, lanjut Wapres, bertujuan agar tidak mengganggu kerja kementerian dan lembaga pemerintah nonpemerintah (K/L) pasca reformasi birokrasi.

“Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu kerja organisasi dan tidak merugikan ASN dari segi pendapatan dan karir,” imbuhnya.

Wapres meminta agar proses penyederhanaan birokrasi K/L dilakukan lebih dari sekadar menjalankan prosedur. Reformasi birokrasi harus mampu mengubah cara berpikir ASN untuk lebih profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai PNS.

“Jangan hanya mematuhi persyaratan prosedural, tetapi berubah cara berpikir ASN kami harus berorientasi pada dampak atau Keluaran efisiensi dan profesionalisme,” kata Wapres.

Wakil Presiden Maaruf Amin, selaku Ketua KPRBN, mengangkat Eko Prasojo sebagai Sekretaris Eksekutif KPRBN, yang bertugas memantau, mengevaluasi, menganalisis permasalahan, dan memberikan rekomendasi bagi upaya percepatan reformasi birokrasi.

Rapat koordinasi virtual KPRBN juga dihadiri oleh Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Muhammad Khudori, Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenasa Slamet Soedarsono, Kepala Badan Administrasi Umum . (LAN) Adi Suryanto, perwakilan dari kelompok independen KPRBN J.B. Christiadi dan Eco Prasojo.

Artikel sebelumyaLestari Murdijat: Kasus COVID-19 Meningkat – Peringatan
Artikel berikutnyaArti dari topik "Sejarah sinema dan media baru" FFI 2021