Beranda News Wapres menerima usul pembentukan Badan Otonomi Khusus Papua.

Wapres menerima usul pembentukan Badan Otonomi Khusus Papua.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Maaruf Amin menerima usul pembentukan badan khusus pelaksanaan otonomi khusus (otsus) dan pembangunan di wilayah Papua.

Juru bicara Wakil Presiden Masduki Baidlovi di Jakarta, Senin, mengatakan Wakil Presiden Ma’ruf telah menerima usulan dari Wakil Gubernur Papua Barat Lakotani, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat Nausrau, dan Ketua MUI Provinsi Papua. . Saeful Islam Al Paej di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, Senin.

“Teman-teman dari Papua sudah menyampaikan aspirasinya untuk dibentuk lembaga khusus dan di bawah kendali wakil presiden. Wapres sudah menjelaskan maksud rencana pembentukan ini (badan khusus),” kata Masduki, Senin di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari Papua dan Papua Barat menyampaikan harapan agar Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maaruf menunjuk orang yang tepat untuk memimpin badan khusus tersebut.

“Ada aspirasi dari Papua dan Papua Barat. Mereka berharap kalau nanti lembaganya sudah berdiri, tolong carikan orang yang cocok nanti. Cari orang yang benar-benar fokus,” jelasnya.

Sementara itu, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua mengatur tentang pembentukan badan khusus.

Pasal 68A undang-undang tersebut menyebutkan bahwa dalam rangka sinkronisasi, harmonisasi, pengkajian, dan koordinasi pelaksanaan otonomi khusus dan pembangunan di wilayah Papua, dibentuk suatu badan khusus yang berada langsung di bawah presiden.

Badan Khusus ini diketuai oleh seorang Wakil Presiden dan beranggotakan Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Menteri Keuangan.

Selain itu, badan khusus tersebut juga memiliki satu perwakilan dari setiap provinsi Papua sebagai anggota.

“Karena semua masih konsep, karena ada PP, makanya Wapres berharap setelah badan khusus itu terbentuk, Dengan pertolongan Tuhan Apa yang digagas Wapres terkait pendekatan kultural terhadap masalah Papua bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaNU-Muhammadiyah sangat menjunjung tinggi gerakan revolusi mental nasional
Artikel berikutnyaPresiden MPR: Pancasila-UUD NRI 1945 Menjamin Ditaatinya Hak Asasi Manusia