Beranda Nusantara Warga Pantai Manokwari Timur Melihat Fenomena "Puting beliung"

Warga Pantai Manokwari Timur Melihat Fenomena "Puting beliung"

Fenomena puting beliung air terbentuk oleh sistem awan cumulonimbus.

Manokwari (ANTARA) – Warga pesisir Manokwari Timur, Provinsi Papua Barat, melihat fenomena alam”puting beliungatau pusaran air di permukaan air pada Rabu pagi sekitar pukul 07-00 WIB.

Naiknya pusaran angin di atas permukaan laut membuat warga pesisir Manokwari Timur khawatir.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Rendani Manokwari, Daniel Tandy, membenarkan bahwa fenomena ini “angin puting beliung ” terbentuk dari sistem awan cumulonimbus.

Dia menjelaskan”angin puting beliung “ ini adalah fenomena alam, identik dengan tornado, tetapi terjadi di atas permukaan air yang luas. Fenomena waterspout terbentuk dari sistem awan cumulonimbus.

“fenomena puting beliung biasanya lokal di perairan, dan terjadi dalam waktu singkat, paling lama 15 menit,” katanya.

Ia mengatakan bahwa fenomenaangin puting beliung “ tergantung pada labilitas atmosfer sekitarnya. Namun, tidak semua awan cumulonimbus dapat menyebabkan fenomena ini.

“Awan cumulonimbus juga mengindikasikan kemungkinan hujan lebat, petir dan angin kencang,” kata Daniel Tandy.

Pemantauan lapangan, fenomena “puting beliung“Itu berlangsung selama 15 menit, sekitar pukul 07.00-15.00 waktu Moskow, ketika angin kencang mencapai pantai Pantai Manokwari Timur.

Artikel sebelumyaLee Yoo Bi sedang syuting "novel", akan syuting di New York
Artikel berikutnyaChoi Woo Shik dan Kim Da-mi berbagi kesan mereka "Musim panas favorit kami"