Beranda Warganet Waspada, pendakian Gunung Lokon di Sulawesi Utara ditutup

Waspada, pendakian Gunung Lokon di Sulawesi Utara ditutup

Pemerintah kota pasti akan melaksanakan rekomendasi dari posko Gunung Api dan BPBD, pengetatan di pintu masuk Gunung Lokon.

Tomohon (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulawesi Utara) menutup pendakian ke Gunung Lokon yang saat ini masih dalam status siaga (Level II).

“Pemerintah kota akan memastikan untuk mematuhi Pos Gunung Api dan rekomendasi BPBD dengan menutup pintu masuk Gunung Lokon,” kata Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Rohring di Tomohon, Minggu (22 Agustus).

Pada Minggu siang, diketahui ada dua titik znamenny berukuran satu kali tiga meter, yakni di simpang tiga menuju ekskavasi C, dekat Gereja Katolik Kakaskasen, terkait informasi penutupan lift tersebut.

Sementara itu, spanduk lain dipasang di persimpangan empat cincin barat, hanya beberapa kilometer dari C.

Spanduk yang dipasang itu berisi anjuran dari pos pantau gunung api Lokon dan Mahavu agar tidak ada kegiatan pendakian dalam radius 1,5 km dari kawah Tompaluan-Gunung Lokon.

Tak terlihat aktivitas warga yang hendak mendaki atau menunggu mobil di jalan raya usai pendakian sehari sebelum spanduk dipasang.

Selain itu, Pemprov DKI akan menempatkan petugas Satpol PP atau staf BPRP di pintu masuk gunung yang terakhir meletus pada 2015.

“Yang terpenting, kami menghimbau kepada warga untuk mengikuti imbauan Posko Gunungapi agar tidak bergerak dalam radius 1,5 km dari Kawah Tompaluan di Gunung Lokon. Semua ini dilakukan untuk mencegah hal yang tidak kita inginkan terjadi,” ujar Edwin Rohring, mantan sekretaris daerah Kepulauan Sangihe.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk menjauh dari kawah karena meningkatnya frekuensi gempa kecil yang dapat meletus di daerah yang terkena dampak di sekitar kawah.

Artikel sebelumyaKemarin vaksinasi penyintas penyakit autoimun untuk mengumpulkan data musik Nusantara
Artikel berikutnyaBMKG: Waspadai Hujan Deras di Beberapa Wilayah Indonesia Senin Ini