Beranda News Yenny Wahid berharap dialog polemik Wadas akan mengarah pada solusi yang lebih...

Yenny Wahid berharap dialog polemik Wadas akan mengarah pada solusi yang lebih baik.

Jakarta (ANTARA) – Direktur Institut Wahid (Wisconsin) Zannuba Ariffa Chafso atau Yenny Wahid berharap dialog antara Pemprov Jateng (Jawa Tengah) dengan warga Desa Wadas terkait kontroversi Proyek Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo dapat menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak.

“Diharapkan melalui dialog dapat menemukan solusi yang lebih baik untuk semua orang,” kata Yenny, Senin, saat menerima telepon dari Jakarta.

Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) memuji upaya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranovo memimpin dialog dan turun langsung menyapa warga.

“Seorang pemimpin yang baik harus memiliki keberanian untuk berdialog langsung dengan masyarakat sehingga dapat mendengar berbagai sudut pandang, baik yang pro maupun yang kontra,” tambah putri Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid ini.

Dia juga Kami berharap dialog Ganjar dengan masyarakat Desa Vadas dapat menghasilkan solusi terbaik agar tidak ada pihak yang terkena dampak rencana penambangan andesit di Desa Vadas untuk membangun Bendungan Bener.

Yenny menegaskan, pemerintah harus melakukan pendekatan dialog dan tidak menggunakan intimidasi dan kekerasan terhadap penduduk. Dia juga meminta untuk menghilangkan stigma yang muncul di desa Vadas.

“Jangan sampai munculnya retorika yang memecah belah, yang berujung pada hilangnya suasana bersahabat di masyarakat. Pemerintah harus bisa menjadi pelindung yang akan mendamaikan masyarakat, apapun pilihan rakyatnya,” harapnya.

Sebelumnya pada Minggu (13 Februari), Ganjar Pranovo bertemu dengan sekelompok warga yang keberatan dengan rencana penambangan Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo.

Ganjar sendiri pergi ke desa Vadas, tanpa perlindungan polisi yang ketat. Kedatangan Ganjar disambut hangat oleh masyarakat yang sudah menunggunya di Masjid Nurul Huda. Tidak ada ketegangan dalam pertemuan itu.

Usai salat dzuhur, Ganjar duduk di teras masjid dan memulai pidatonya dengan meminta maaf kepada warga Desa Vadas atas kejadian tidak menyenangkan pada Selasa (8/2).

Artikel sebelumyaMitigasi "Arus robek" Hal ini penting untuk mencegah terulangnya ritual kematian di Jember.
Artikel berikutnyaJenazah Cabinda Papua akan diserahterimakan ke Jakarta pada Selasa pagi.