Beranda Nusantara YKAN mengatakan konservasi mangrove harus dimulai sejak dini dalam keluarga.

YKAN mengatakan konservasi mangrove harus dimulai sejak dini dalam keluarga.

Kami melibatkan anak-anak kami sehingga mereka dapat melihat orang tua mereka sebagai aktor, “panutan”.

Jakarta (ANTARA) – Dana Konservasi Nusantara (YKAN) mendorong upaya pendidikan dan konservasi sejak dini, dimulai dari keluarga, untuk membina anak-anak yang peduli dan cinta lingkungan.

“Pentingnya pendidikan bagi anak-anak adalah membangun karakter yang baik sehingga mereka dapat melihat isu-isu apa yang relevan dengan orang-orang yang dekat dengan mereka dan kemudian apa saran mereka untuk menjadi agen perubahan,” kata Wakil Direktur Pengembangan YKAN Dino Prayoga kepada Jakarta Mangrove Family Day acara, Kamis.

Keterlibatan keluarga sangat penting untuk mendukung pelestarian mangrove di tanah air, kata Doni. Orang tua menjadi aktor dan guru bagi anaknya untuk menjaga alam, termasuk mangrove.

Orang tua berperan penting dalam menyampaikan nilai-nilai dan perilaku positif yang harus mereka ajarkan kepada anak-anaknya.

Perangkat pembelajaran yang paling mudah dipahami anak adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang tua, seperti menanam mangrove, memilah dan mendaur ulang sampah.

“Dengan keterlibatan keluarga, ini berarti saya (orang tua) juga harus menjadi pelakunya dalam keluarga, saya tidak bisa hanya mengatakan bahwa itu penting, saya harus membawanya ke suatu tempat, seperti suaka margasatwa Muara Angke. atau hutan agar anak saya bisa melihat dengan matanya. Mengapa begitu penting bagi kita untuk menjaga hutan,” kata Doni.

Ia mengatakan bahwa keberadaan manusia dan makhluk hidup lainnya merupakan kesatuan dan keterikatan dengan alam semesta, sehingga tindakan sekecil apa pun dapat mempengaruhi baik pelestarian maupun perusakan lingkungan. Tentu saja, tindakan yang diharapkan untuk melestarikan lingkungan dan alam untuk kepentingan keberlanjutan.

“Bagaimana kita bisa mendekatkan kembali anak-anak kita dengan alam, karena kita lagi-lagi alam semesta yang tidak bisa kita lepaskan,” ujarnya.

Dengan demikian, keluarga berperan penting dalam membesarkan anak dan anggota keluarga yang peduli terhadap lingkungan, di mana mereka dapat bekerja sama untuk memastikan dunia yang baik bagi generasi mendatang.

“Kami melibatkan anak-anak kami agar mereka melihat orang tua mereka sebagai penjahat, sebagai ‘model panutan’, saya bisa mengikuti ayah saya seperti ibu saya,” kata Doni.

Ia mengatakan anak-anak juga dapat memperoleh pendidikan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan mereka melalui pemahaman yang lebih besar di sekolah dan pelaksanaan proyek sekolah, bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan kegiatan lingkungan.

Melalui pendidikan di keluarga dan sekolah, anak-anak diharapkan memperhatikan isu-isu lingkungan.

Artikel sebelumyaperamal Mbak kamu meninggal
Artikel berikutnyaBRGM berencana merehabilitasi 5.500 hektar mangrove di Kepulauan Riau